Catatan Seekor Kucing Hutan

Pada suatu saat, ada seekor kucing yang mempunyai mata berwarna dan bulu hitam, dia dilahirkan di dalam hutan jauh dari manusia dan tidak pernah bertemu manusia seumur hidupnya. Hidupnya hanya di isi dengan memburu hewan-hewan kecil yang bisa dimakan seperti tikus, dan burung kecil yang malang. Suatu kali melintaslah seekor kerbau, dan si kucing ini berfikir, “apabila aku bisa menjadikan kerbau ini makanan ku, aku bisa bersantai-santai dan tidak perlu mencari makan dalam waktu yang sangat lama”.

Dia pun nekat untuk melompat ke leher kerbau, mengembangkan cakar dan menancapkannya keras di pundak si kerbau sambil mencoba menggigit urat leher si kerbau. Sontak saja si kerbau menggelinjang dan berlari kaget. Kerbau tidak sadar bahwa si kucing sedang bergelantungan di pundaknya mencoba merobohkannya. sampai akhirnya si kerbau tiba-tiba berhenti di tengah-tengah padang rumput di luar hutan dan si kucing terlontar jatuh. Kerbau sangat kaget ternyata selama ini yang membuat rasa sakit di pundak si kerbau adalah si kucing kecil yang sedang meronta kesakitan ini.

Berkatalah si kerbau, “mengapa kamu mencengkeram pundak ku dan menggigit leherku? Pikirmu kau itu singa?”

si kucing pun menimpali, “aku lelah berburu tikus setiap hari, apabila aku dapat membunuhmu mungkin aku tidak perlu berburu lagi untuk waktu yang lama!”.

Kerbau heran bukan main mendengar ocehan kucing, sambil tertawa ia berkata, “kucing, kucing kau itu hewan kecil. Sudah menjadi takdir kau hanya akan makan tikus seumur hidupmu, lagi pula sebagai mahluk hidup kita harus bekerja setiap hari untuk mendapatkan makanan kita. Lihatlah aku, aku selalu mencari rumput segar setiap hari”.

“Hai kerbau, mudahlah kau berkata seperti itu, rumput tersedia bagimu, kau tidak perlu mengejar dan berlelah-lelah” seraya melompat lagi untuk menerkam si kerbau.

Namun kali ini kerbau sudah siap dan ia menendang si kucing sekuat-kuatnya ke tanah dan berkata,”sudah lah kucing, aku lelah dengan hal tidak berguna ini, sekarang rasakanlah akibatnya, jika kau masih hidup sampai besok bersyukurlah dan jangan membuat kesalahan yang sama lagi”.

 Lalu berlarilah kerbau meninggalkan si kucing yang sekarat di tengah padang rumput. Kemudian dalam kesakitannya berteriaklah si kucing, “hai ibu mengapa kau melahirkan aku?, hai alam semesta mengapakah aku harus ada di dunia ini? Mengapa aku terlahir sebagai seekor kucing bukan menjadi seekor singa? Mengapa aku hidup, haruskah aku berlelah-lelah setiap hari untuk hidup ini, dan untuk apa hidup ini?”. Setelah berteriak seperti itu, ia pun memejamkan matanya, entah apakah ia akan bertahan hidup sampai esok hari, itu sudah tidak dipikirkannya, ia sudah pasrah saja.

 Tetapi ada mahluk yang mendengar teriakan si kucing. Mahluk itu bukanlah ibu si kucing apalagi alam semesta, tapi seekor kelinci yang berada dekat si kucing itu.

Kelinci itu lama sekali menunggu dekat si kucing, dan ia mengundang teman-temannya, sehingga berdatanganlah kelinci-kelinci lain datang untuk melihat si kucing malang itu. Lalu berkatalah si kelinci yang menjadi saksi mata kepada kelinci yang lain, “Lihatlah kawan-kawan, beginilah takdir seekor mahluk yang melawan takdir alam dan serakah, ia terjerat oleh nafsunya sendiri hingga kalap memburu kerbau yang seratus kali lebih besar dari dirinya. Kita sebagai kelinci, tidak usah bermimpi untuk menaklukan apapun, cukuplah memakan rumput dan bersembunyi apabila singa datang. Itu akan menjaga hidup kita”.

 Sontak semua kelinci saling sahut menyahut, sembari mereka menikmati rumput segar di sekitar si kucing malang. Tapi pada hari itu kemalangan tidak menimpa si kucing.

 -duarrr rrrrrr– terdengar suara tembakan menghujam salah satu tubuh kelinci, kemudian terdengar tembakan beruntun dan menembak kelinci-kelinci yang lain hingga tiada yang tersisa satu pun. Ada yang terkena di dadanya, ada yang terkena di kepalanya, bahkan ada yang terkoyak tubuhnya.

 “Luar biasa, senapan mesin ini, hanya sekali tarik, tingal arahkan dan semua buruan tumbang” ujar si tentara pemberontak yang kebetulan kelaparan itu.

Ia berteriak kepada kawannya, “hai-hai, ayo lihat, aku telah menyediakan makan malam kita”.

Ada sekitar 30-an ekor kelinci yang mereka dapat saat itu, dan saat si penembak mau mengambil kelinci yang tertembak di bagian kepala, ia melihat kucing hitam yang sekarat itu. Lalu tegeraklah hatinya “Mungkin ini akan membawa keberuntungan bagiku jika aku memeliharanya, seperti orang mesir jaman dahulu, lagipula kasihan sekali kucing ini sudah sekarat” gumamnya.

“Hai mengapa kau membawa kucing itu bersama kita” ujar si salah satu rekannya,

Dengan tersenyum ia pun menjawab, “tidak ada salahnya, lagi pula kucing merupakan lambang keberuntungan”.

Akhirnya tidak jadilah mati kucing itu.

Setelah tiga hari si kucing bersama manusia, ia sadar bahwa manusia adalah mahluk yang lemah bahkan tidak sekuat si kerbau, ukuran tubuhnya pun tidak ada setengah dari ukuran si kerbau, lagipula manusia tidak mempunyai cakar dan taring. Tetapi saat itu ia masih lemah, sehingga mengurungkan niatnya untuk kabur dari manusia.

 Kira-kira satu minggu kemudian, kucing sudah mempunyai kekuatan untuk kembali ke dalam hutan. Tapi ia berfikir kembali bahwa selama ia tinggal bersama manusia ia selalu di beri makan dan tidak pernah merasa kelaparan, ia merenungkan itu siang dan malam. Sampai suatu saat keputusannya sudah bulat, ia harus meninggalkan tempat ini, mungkin saja si manusia ini akan memakannya sehingga ia selalu diberi makan.

Tetapi ternyata melarikan diri itu tidak semudah yang ia kira, batang-batang hitam yang melingkari si kucing itu tidak mudah untuk dipatahkan. Setengah mati si kucing menabrak-nabrakan tubuhnya dan sekuat-kuatnya ia mencakar-cakar, tetap saja batang hitam itu tidak patah, jangankan patah, batang hitam itu tidak terluka sedikit pun. Mulailah si kucing meratapi nasibnya, “seharusnya aku tidak usah memburu si kerbau, seharusnya aku memburu tikus saja setiap hari, seharusnya ah seharusnya aku tidak pernah dilahirkan untuk merasakan hidup. Apabila aku tidak pernah hidup, aku tidak akan pernah takut mati. Ah kenapa aku hidup, hidup ini membuatku bingung, aku mencintainya sekaligus membencinya. Ah mengapa aku hidup, mengapa?…,”.

 Teriakan itu terus keluar dari mulut si kucing, terus dan terus dan itu membuat kegaduhan dalam tenda tentara itu. Mendengar eongan si kucing itu, terbangunlah salah se orang tentara dan ia memanggil rekan-rekan lainnya,”hey lihatlah, sikucing ini sudah tersadar, lihatlah sekarang saat ia sadar dan melihat kita, ia kelihatan seperti kucing gila” tentara itu mengambil susu dan memberikan kepada kucing itu, “sudahlah kucing, minumlah susu ini dan jadilah sehat. Kau mungkin adalah kunci keberhasilan kita memenangkan pertempuran ini” lalu tertawalah para tentara itu sementara semakin merataplah si kucing.

Hari berlalu hari, bulan berganti bulan. Terbiasalah si kucing dengan perlakuan para tentara itu. Suatu saat dilepaslah si kucing dari kurungan itu, lalu terbersitlah niat untuk untuk melarikan diri. Tidak lama si kucing untuk berfikir, begitu ia dikeluarkan dari kerangkengnya ia langsung menggigit lengan si tentara dan melarikan diri. Tetapi si kucing memang belum mengenal manusia, ia pikir manusia itu kerbau atau singa yang hanya akan mengejar si kucing.

Pikir si kucing, “para hewan telah bercerita bahwa manusia tidak dapat lari secepat kucing, dan aku akan masuk hutan”.

Tetapi saat ia menengok ke belakang, Ia bingung kenapa manusia itu tidak mengejarnya, padahal ia telah menggigitnya. Perlahan-lahan ia melambatkan langkahnya dan masuk ke dalam hutan. Dari balik hutan, ia mengamati manusia itu saling berbicara satu sama lain dan tentu saja ia tidak tahu apa yang sedang dibicarakan, bahasa manusia terdengar aneh baginya.

“Aww… Kucing sialan, tidak tahu berterima kasih, malah menggigit tangan ku” umpat si tentara itu. Umpatan si tentara itu ditanggapi dengan gelak tawa oleh para tentara lainnya.

“ha ha ha, benar-benar pembawa keberuntungan, semoga kita memenangkan perang ini”.

 “Sudahlah kita naik ke mobil, kalian harus berburu untuk makan malam kita karena tanganku sakit”.

“Baiklah, tuan pembawa keberuntungan, ha ha ha”. Lalu bergeraklah kendaraan mereka melintasi padang rumput sementara si kucing yang penasaran mengikuti mereka dari jauh.

Sampailah rombongan tentara itu dekat pinggiran sungai, dimana mereka berhenti karena banyak rombongan hewan sedang merumput disitu. “Apa kau ingin porsi besar atau kecil untuk makan malam kita, tuan pembawa keberuntungan?”

“Sukakmulah, yang penting aku ingin daging terlezat kali ini, agar tangan ku cepat pulih, lagi pula kita akan mati dalam pertempuran bukan?”.

 “Oh janganlah begitu kawan, mari nikmati hari ini, perkara besok kita akan gugur atau bukan, jangan sampai membuat kita tersiksa hari ini”.

”baiklah, berikan teropongmu”. Seperti sosok pemburu, si tentara itu menempelkan teropong bumi ke matanya dengan tangan kirinya.

Kesana kemari ia mengamati rombongan hewan itu, kemudian ia berhenti dan berkata,” lihatlah kerbau besar yang ada di dekat sungai itu,, sepertinya sangat lezat dan nikmat, tepatilah janjimu, berikanlah kerbau itu untuk makan malam kita tepat sebelum kita mati”.

Di sisi lain kucing itu semakin mendekat dan melihat salah seorang tentara itu mengangkat sebuah batang aneh, lama sekali tentara itu berada dalam posisi itu. “Apa yang sedang dibuat oleh si manusia itu, apa yang dia lakukan? Apa dia sedang memangsa sama sepertiku memangsa. Ah mana mungkin, aku mengendap-endap dan bergerak pelan-pelan kemudian berlari dan mengejar mangsaku, sementara manusia ini hanya diam bagaikan pohon.”

Kemudian si kucing mendekat lagi, tapi ia kali ini mengamati dari sisi depan si tentara, sekitar selemparan batu jauhnya.

“ aneh sungguh aneh, dia tetap diam seperti itu, lebih baik aku meninggalkan mahluk bodoh ini saja, yang kugigit tidak mengejar, dan malah menyingkir ke sungai dan diam seperti pohon”, gumam si kucing.

Kemudian bergeraklah si kucing ke arah sungai sementara itu perutnya berbunyi, “Oh sialan pengintaian ini membuatku lapar, dan manusia mungkin dagingnya tidak enak, lebih baik aku menuju si kerbau biadab itu saja, yang sudah terbukti enak dagingnya. Kalau tidak mana mungkin singa harus bersusah payah memburu mahluk itu. Tapi aku harus hati-hati, pada waktu itu aku telah membuat kesalahan, kali ini tidak, aku akan melompat ke kepala kerbau itu dan akan membutakan matanya, hingga ia mati kelaparan.”

Tapi baru si kucing berniat mengendap-endap tiba-tiba terdengar suara –duarr rr rr- sebanyak dua kali dan si kerbau itu jatuh. Si kucing kaget bukan kepalang, ia melompat saking kagetnya dan melihat bahwa setelah bunyi yang menakutkan itu si manusia malah melompat-lompat dan berteriak. Ia segera lari dan menghampiri si kerbau. Si kucing berdiri di dekat si kerbau yang masih membuka matanya walaupun darahnya mengucur deras di lehernya.

Berkatalah si kerbau kepada si kucing, “hai kucing, kau kah yang melakukan ini kepadaku, apa yang telah kau lakukan kepadaku? Apa salahku sehingga alam semesta menghukumku?”.

“Mungkin karena kau tidak mau menyerahkan dirimu menjadi makananku, sehingga beginilah hukumanmu.tapi Aku tidak melakukan apa-apa padamu kerbau. Ini sungguh aneh, sangat aneh, tapi aku tidak akan membiarkan kau mati sia-sia. Sementara darahmu masih mengalir, aku harus mengambil dagingmu dan memakannya” .

 “Ah apa salahku, aku hanya membela diri saat itu, bagaimana aku harus menderita seperti ini? Lebih baik aku diterkam singa daripada aku harus mati tersiksa seperti ini? Lagi pula aku hanya makan rumput, aku tidak melukai siapapun kecuali kau karena kau berusaha membunuhku. Tapi itu pun tidak adil, karena aku sebelumnya sudah mengingatkan kau dan kau menderita akibat kesalahanmu sendiri. Sementara aku, aku ini selalu menuruti hukum alam, mengapa alam semesta menghukum ku seperti ini, dengan mati tersiksa dan menjadi mangsa kucing hina pula”.

“ah diamlah kerbau, aku sudah bosan dengan ocehanmu itu, teruslah mengoceh, aku tidak peduli, aku sudah lapar”. Seperti kebiasaan para kucing, si kucing mengambil daging kerbau dan membawanya ke dalam semak-semak dekat sungai itu.

Saat si kucing meletakan potongan daging kerbau itu ke dalam semak-semak yang rimbun, ia terkejut dengan kedatangan manusia, dan ia ingin mengamati apa yang dilakukan manusia. Si kucing cukup dekat untuk melihat apa yang dilakukan manusia di dekat si kerbau, ia melihat manusia itu mengeluarkan batu putih berkilatan dan kemudian memasukan lagi batu itu ke dalam tubuhnya. Si kucing sungguh heran, baru kali ini ada mahluk yang dapat mengeluarkan sebuah batu dari dalam tubuhnya. Si kucing pun terus mengamati manusia sementara si manusia mulai berbicara kepada rekannya dalam bahasa yang tidak dimengerti si kucing.

“Hai hai apa kau gila ingin menguliti kerbau besar ini, sementara kakinya masih bebas walaupun hanya sebagian saja. Sungguh mengerikan kalau kaki itu menjejakmu, lebih baik kita lumpuhkan dulu kakinya yang lain” .

“oh itu ide yang sangat baik, tuan pembawa keberuntungan, karena itulah aku memasukan kembali pisauku tadi”. Lalu tentara itu mengambil senapan dan menembak seluruh pangkal kaki kerbau itu.

“Kau sungguh gila, mengapa tidak kau akhiri nyawa kerbau itu, sehingga lebih mudah untuk mengulitinya” sahut tentara yang lain.

“Kalau seperti itu dimanakah kesenangannya, biarlah ini menjadi hiburan sebelum medan perang menghantam kita dan bukankah dari awal kita sudah gila, mengapa kita tidak menyerah pada si pemenang perang dan hidup walaupun di penjara? Tapi lebih baik kita mati daripada seumur hidup menanggung malu!” .

“baiklah sesukamu saja, aku akan pergi ke mobil dan menunggu saja, tidak tahan aku melihatnya”.

Sementara si tentara itu mulai menguliti kerbau itu, berteriaklah si kerbau itu, “ aduh… Aduhh……, ini sungguh tidak adil, mengapa aku harus tersiksa seperti ini, sungguh manusia ini sungguh kejam, ia menyiksaku sementara aku tidak dapat berbuat apa-apa lagi. Mengapa ini terjadi? Mengapa pula aku yang menjadi korbannya? Bukankah aku tidak pernah mengganggu manusia, lagi pula apa yang kulakukan sehingga aku harus menderita seperti ini. Aku bahkan tidak pernah melihat hewan lain menderita seperti ini. Ah ah ah mengapa aku harus hidup, mengapa aku harus hidup, mengapa, mengapa aku harus dilahirkan, mengapa aku harus merasakan hidup dan mencintainya, mengapa aku tidak gugur saja dalam kandungan ibuku sehingga tidak pernah merasakan hidup, menga..”

—duarr rrr—

“ hei kau sudah gila, aku sedang menguliti kerbau ini dan kau malah menembaknya, bagaimana kalau itu mengenai ku?”.

“Kurasa kau sudah cukup bersenang-senang, lagi pula aku selalu teringat rekan-rekan kita yang mati di medan pertempuran saat mendengar lenguhan kerbau itu”.

“Kau selalu saja terbawa emosi, lagipula sudah tabiat kerbau untuk melenguh, dan bunyinya pun selalu terdengar sama bukan?”.

 “ itu sama sekali tidak lucu”.

“Hey sudahlah kalian berdua, kerbau itu sudah mati, cepatlah kalian kuliti dan ambil daging kerbau itu bersama-sama, karena sebentar lagi matahari akan terbenam, dan orang-orang di dalam mobil itu akan menjadi hewan buas jika tidak ada makanan”, Sela si tentara yang tangannya digigit oleh sikucing.

Lalu kedua tentara itu bekerja bahu-membahu untuk menguliti kerbau besar itu.

Sementara si kucing masih ada di dalam semak-semak. Ia mendengar apa yang dikeluhkan kerbau itu sebelum ajal menjemputnya. Ia sungguh ketakutan sekarang, ia berusaha untuk tidak bergerak dan diam. Ia sungguh takut kepada manusia, mahluk yang dapat mengeluarkan batu bersinar dan tongkat yang sanggup membunuh bahkan tanpa menyentuhkannya. Ia tetap diam di situ sampai, para manusia itu pergi.

“Sungguh beruntung aku masih hidup, aku terlampau beruntung tidak tersiksa seperti kerbau. Si pencabut nyawa itu sungguh dekat dengan aku, dan aku masih selamat. Aku akan kembali ke hutan dan memburu tikus seumur hidupku. Tidak akan lagi aku keluar hutan, tidak akan lagi memburu dengan nafsu, tidak akan lagi aku mengeluh dan meratap. Aku telah melihat kerbau meratap dan sungguh mengerikan. Ia mati tersiksa dalam ratapannya, bahkan belum sempat ia menyelesaikan ratapannya dan menyadari betapa maut sungguh teramat dekat baginya, ketika tongkat si manusia itu bersuara dan membunuhnya. Mungkin aku hanyalah bagian dari alam semesta ini, dan tidak berarti apa-apa, dan hidup adalah peran yang harus ku mainkan sebagai kucing hutan.”

Begitulah akhir kisah ini,

Si kucing yang menyadari hidup adalah peran dan candu belaka, yang memilih menjalani hidupnya sebagaimana wajarnya saja tanpa pernah memiliki makna dalam hidupnya.

Si kelinci yang terlalu naif, sehingga memandang diri sendiri saja yang benar, yang mati tanpa di sadari dan di duga-duga.

Si kerbau yang menuntut keadilan dalam hidupnya, yang tersiksa hingga akhir hidupnya.

Si manusia yang rela mati karena kebebasan dan harga diri adalah yang terpenting dalam hidupnya.

Tetapi si kucing telah mengajukan pertanyaan yang bagus, “mengapa aku ada?”

Gelap

Manusia mengapa engkau takut gelap?

Bukankah engkau lahir dari kegelapan

Dan kembali ke kegelapan pula?

Mengapakah engkau lebih merindukan terang?

Mengapa engkau mengkhianati kegelapan?

Benarkah kegelapan itu seperti orang miskin
Dan terang itu seperti orang kaya

Sehingga kau takut padanya?

Darimanakah engkau mengenal terang andai tidak ada gelap?

Bukankah gelap itu ada baru ada terang?

Ataukah terang itulah yang sulung?

Sungguh siapakah yang terlebih dahulu ada?

Katamu :”Jika gelap ada dan kemudian baru ada terang 

Bagaimanakah mungkin itu bisa terjadi?”

Mungkin lebih mudah mengatakan 

Terang ada lebih dahulu, dan dari kurangnya terang timbul kegelapan

Seperti kekayaan ada terlebih dahulu 

Setelah kekayaan berkurang timbulah kemiskinan.

Tapi manusia, engkau itu asalnya dari kegelapan

Dari rahim yang tidak tertembus oleh terang

Dan kau pun akan kembali pula ke kegelapan

Ke rahim bumi yang menjadi tempat perhentian?

Lalu mengapa engkau masih takut?

Katamu: “karena aku hidup aku takut gelap dan sayang kepada terang”

Manusia, tak sadarkah engkau, hidupmu itu seperti uap?

Baru saja kelihatan lalu lenyap

Tapi di kegelapanlah tempatmu yang baka?

Katamu: “oleh karena aku hidup aku cinta terang dan benci gelap”

Kau berkata seolah-olah kau tidak berasal dari gelap

Andaikata hidupmu tidak pernah melihat terang

Akankah kau berkata seperti itu?

Bukankah engkau malah takut kepada terang

Dan mengutuki siang hari?

Katamu: “sekali-kali tidak, bukankah saat bayi keluar dari kandungan akan menangis? Kemudian diam setelah melihat sang ibu?

Tidakkah demikian, bahwa manusia mencintai terang bahkan sebelum dia mengerti apa itu terang?

Aku akan menjawabmu

Tuduhanmu itu tidak benar

Bahwa aku lahir dari kegelapan itu adalah muslihat

Nuraniku yang mengatakannya

Bukankah tidak mungkin seorang anak benci kepada ibunya?

Begitupula aku tahu kalau aku tidak berasal dari gelap

Karena aku membencinya”

Engkau membencinya karena kau tidak menyadarinya

Kau terlalu merindukan kehidupanmu di dunia

Hingga kau rela melakukan apapun

Pada akhirnya kau juga akan kembali ke kegelapan

Engkau berbicara seolah-olah engkau berkuasa atas segalanya

Adakah manusia yang hidup selamanya?

Adakah manusia yang tidak akan tua?

Sadarilah itu dan jangan takut gelap

Karena dari gelap kau dilahirkan

Dan kepada gelap kau dibaringkan

Sadarlah akan dirimu

Katamu: “jika begitu aku hendak bertanya

Untuk apakah aku hidup?

Jika kegelapan asalku, mengapakah ia memberiku hidup?

Tidakkah ia tahu bahwa itu menyakitkan?

Hidupku berjerih payah dan usahaku sia-sia

Karena aku akan kembali kegelapan lagi!

Dan mereka yang ada setelah aku

Nasibnya akan sama sepertiku!

Sungguh semua ini sia-sia

Apakah maksud semua ini?”

Tapi manusia ada pendapat lain mengenai itu

Engkau memang dilahirkan dari kegelapan

Tapi tidak sepenuhnya benar bahwa engkau berasal dari kegelapan

Engkau memang dibaringkan dalam kegelapan

Tapi tidak sepenuhnya benar engkau kembali ke kegelapan

Katamu: “engkau berkata seolah-olah itu bukan dirimu?

Perkataanmu itu seolah-olah bukan milikmu?

Siapakah engkau dan apa maksud semua ini?”

Aku adalah dirimu

Dirimu yang merenung

Yang menelisik ke dalam gelap untuk mengerti terang

Seperti penambang yang mencari emas

Aku adalah dirimu yang berpikir

Yang berpikir manusia berasal dari kegelapan

Dan kembali ke dalam kegelapan

Karena seperti itulah kelihatannya

aku juga adalah dirimu yang mendengar

Bahwa yang kelihatan tidak seperti yang terjadi

Bahwa kebenaran hanya diungkapkan kepada mereka yang percaya

Tapi aku juga adalah dirimu yang beriman

Bahwa manusia itu diciptakan oleh yang mahakuasa

Dan kepadanya diberikan terang hidup

Dan jika ia menerimanya ia akan hidup

Lalu manakah yang kau pilih?

Kataku:

“Jika aku hanya merenung maka aku akan mengutuki hidup

Jika aku hanya berpikir maka hidupku hanya ada dalam keegoisan

Jika aku hanya mendengar maka kebimbangan akan menguasaiku

Aku memilih untuk beriman, karena memang seperti itulah yang benar

Karena itulah yang sesuai dengan nurani

Karena imanlah yang sependapat denganku

Bahwa aku berasal dari terang

Karena imanlah yang menolak

Bahwa manusia berasal dari kegelapan

Karena imanlah, manusia dapat percaya yang mahakuasa

Dan yang terpenting karena imanlah diberikan

Manusia itu hidup yang baka

“Sungguhkah demikian?” Tanya kegelapan.

Pikiranku tentang Mazmur pasal 1

Aku hanya ingin berbagi pendapat ku, saat aku membaca Mazmur pasal 1, hatiku tergerak untuk menulis, memang tidak pandai aku merangkai kata tapi inilah kiranya yang dapat aku tulis…
Berbahagialah orang yang tidak berjalan di bawah nasihat orang fasik?

Ah aku tidak mau menelitinya secara akademis, itu terasa kaku dan tidak menyentuh hati. Orang fasik, siapakah dia? Jujur , aku merasa bingung siapakah gerangan yang bisa digambarkan sebagai orang fasik? Fasik, sepengetahuanku dia orang yang tak takut akan Allah, dan baiklah mungkin dia jahat atau mungkin dia juga baik? Who knows, orang tidak ditentukan oleh latar belakang ide filosofisnya karena baik adalah relatif. Tapi apakah itu jalan orang fasik? Mengapa orang yang tidak menurutinya menjadi orang yang berbahagia? Baiklah, jika begitu aku belum sampai kepada pemahaman yang seutuhnya mengapa jalan orang fasik dikatakan membawa ketidakbahagian menurut mazmur?

Kemudian aku melihat ini, “…yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh”. Jadi, jelaslah orang fasik dikatakan fasik karena nilai dalam kehidupannya jauh dari kebenaran dan kebaikan. Kecenderungan mereka selalu melakukan dosa dan suka mencemooh -aku berpikir ini bukan sekedar mencemooh biasa tapi lebih dari itu, ia melakukan penghinaan terhadap kebenaran baik di hadapan manusia maupun Allah- Jadi aku menarik lagi pendapatku, bahwa kebaikan memang relatif tetapi itu dipandang dari sudut pandang manusia bukan Allah, tidak ada manusia yang baik di hadapan Allah, semuanya telah berdosa, tetapi yang membedakannya dari orang fasik adalah rasa takut akan Allah – Jika orang tidak mempunyai rasa takut akan Allah maka sikap tersebut secara tidak langsung merupakan pembenaran bahwa tidak ada yang salah dari dirinya-.

Lanjut pada ayat selanjutnya, “… Yang kesukaannya adalah Taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya…” 

Lalu inilah ciri mereka yang takut akan Allah yaitu merenungkan Taurat Tuhan siang dan malam. Apakah Taurat itu hanya lima kitab musa saja? Dalam bahasa ibrani “taurat” berarti hukum atau ajaran. Seperti anak menuruti ajaran orang tuanya pastilah demikianlah Allah mengingini umat-Nya untuk menuruti segala firman-Nya atau ajaran-Nya. Sudahkah pribadi yang menulis ini menuruti nasihat tersebut? Sama sekali belum, terkadang firman Tuhan mudah sekali untuk didengar dan diingat tetapi sulit sekali untuk dilakukan. 

Lalu apakah itu merenungkan Taurat itu siang dan malam? Kurasa itu bukanlah membacanya dan merenungkannya saja, tetapi juga melakukannya. Kemudian inilah hiburan bagi mereka yang taàt, mereka akan tumbuh seperti pohon yang menghasilkan buahnya pada musimnya dan tidak layu daunnya, dan apa saja yang diperbuatnya berhasil. Coba bayangkanlah pohon kering yang tumbuh di musim kemarau yang jauh dari aliran sungai, betapa merananya hidup pohon itu, tidak ada gunanya selain dijadikan kayu bakar. Lalu bayangkan lagi sebuah pohon yang hidup ditepi aliran sungai, pohon itu tetap mendapatkan air walaupun sedang musim kemarau, ia hidup ia berbuah ia menjadi berguna bagi mahluk hidup lainnya, ia lebih berguna jika hidup dari pada dijadikan kayu bakar bahakan lebih lagi ia akan djaga dan dirawat. Begitulah gambaran orang yang takut akan Allah dan mendengarkan serta melaksanakan perintah-Nya sepanjang hidupnya.

Lalu tengoklah ayat selanjutnya – … Bukan demikianlah orang fasik, mereka seperti sekam yang ditiupkan angin. Sebab itu tidak akan tahan dalam hari penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam kumpulan orang benar, sebab Tuhan mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan…-

Wow ngeri benarlah jalan orang fasik ini, ia digambarkan seperti sekam yang ditiupkan angin, bayangkanlah sekam yang diterbangkan oleh angin, kacau, binasa, tak punya bobot apapun dan seperti itulah kiranya orang fasik tidak memiliki kebenaran sedikitpun di dalam hidupnya, ia bahkan tidak tahan dalam penghakiman, sebab bagaimana mungkin ia bertahan jika tidak ada sedikitpun nilai kebenaran dalam dirinya, begitu pula orang berdosa, manalah mungkin ia bertahan dalam perkumpulan orang benar, sebab segala sesuatu yang dilakukan orang berdosa adalah keinginanannya sendiri saja seperti nafsu, kegemaran duniawi, kerakusan, iri hati, perseteruan, perjinahan, pembunuhan, kebohongan, ketidaksetiaan, dan semua yang dilakukannya di dalam gelap. Bayangkanlah jika orang berdosa – senang melakukan dosa- berada dalam perkumpulan orang benar bagaimanakah ia akan bertahan menghadapi terang yang menguliti perbuatannya satu persatu. Lalu bagaimanakah kasus orang yang berdosa yang bertobat, sanggupkah ia bertahan dalam perkumpulan orang benar? Menurut saya orang yang bertobat sudah mengakui segala dosanya di hadapan Allah dan bersedia melakukan firman Tuhan dengan rasa takut akan Allah, lain halnya dengan orang berdosa yang selalu mengingini dosa dalam hidupnya, karena menurutnya dosa mendatangkan kesukaan bagi dirinya. Oleh sebab itulah dikatakan, Tuhan mengenal jalan orang benar tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.

Ini bukan berarti Tuhan tidak tahu jalan orang fasik, kata mengenal itu seperti Orang saleh mengenal kebenaran tetapi tidak mengenal kejahatan. Jadi Tuhan menyertai orang benar tetapi orang fasik yang tidak mau bertobat dibiarkan binasa.
Jadi apakah kita ini orang fasik atau orang benar?

Jika hanya di mulut saja kita berkata, aku percaya kepada Tuhan Yesus, Dialah juruselamatku, tetapi kelakuan kita tidak ubahnya seperti mereka yang tidak takut akan Allah, pantaskah kita disebut orang benar?

Jika kita berbuat dosa lalu menyesal dan kemudian meminta ampun, dan beberapa waktu kemudian kita berbuat dosa yang sama, pantaskah kita disebut orang yang takut akan Allah, bukankah kita lebih mirip seperti babi yang kembali ke kotoran kita sendiri?

Jika kita mempersembahkan korban materi, waktu dan tenaga yang luar biasa banyak tetapi kita mencemari tubuh kita dengan menyakiti hati sesama kita, pantaskah kita disebut hamba Tuhan, bukankah mereka yang menuruti dan melaksanakan perintah Kristus yang disebut demikian?

Lalu jika itu semua kita lakukan, apakah kita ini, orang fasik? 

Siapakah yang patut menghakimi diri mu atau Tuhan? Seperti kata Tuhan Yesus jika engkau mendengar firman Tuhan janganlah keraskan hatimu seperti saat nenek moyangmu (israel) di padang gurun! Demikianlah kita sekarang ini, dengarlah firman Tuhan dan janganlah keraskan hati, taatilah firman itu dan niscaya dirimu akan seperti pohon yang di tanam di tepian air. Amin.

Mana yang kau pilih: cita-cita mu atau keinginan orang tua mu?

“Dilema, hidup adalah dilema! mengapa? karena untuk hidup sesorang selalu diperhadapkan dengan berbagai macam pilihan, sebuah pilihan yang akan menentukan nasib tahun-tahun mendatang.” Kira-kira itulah yang terpikirkan dalam benak saya saat akan menghadiri diskusi yang bertema “What are you choose: your own dream or your parents dream”. Ah sebenarnya saat saya akan memutuskan untuk ikut diskusi tersebut juga merupakan sebuah pilihan, saya bisa saja tidak mengikuti diskusi tersebut dan saya bisa pulang ke kos lebih cepat sembari menikmati waktu bersantai yang sulit didapatkan bagi mereka yang hidup di kota besar atau saya bisa mengikuti diskusi tersebut dan menambah wawasan, memperlancar bahasa inggris serta memperkuat tali pertemanan. Jadi yang saya sampaikan pada awal tulisan ini yaitu bahwa hidup adalah hidup dan bagaiman kita menjalani hidup itu adalah pilihan.

Oke, lalu kembali ke judul apa yang akan kalian pilih? sudahkah kalian memilihnya atau kalian masih dalam dilema atau kalian malah tidak peduli dengan itu semua. Di dalam diskusi yang saya ceritakan di atas terdapat sebuah kisah yang diceritakan oleh sang (katakanlah) moderator. Dia bercerita bahwa dahulu ia mempunyai seorang teman yang baru lulus SMA, sudah sedari ia duduk di bangku SMA ia bercita-cita menjadi seorang dokter. Tetapi keinginannya tersebut ditentang oleh orang tuanya, khususnya ayahnya. Sang ayah yang merupakan seorang pensiunan polisi berpikir bahwa polisi mempunyai prospek yang lebih baik daripada dokter lagipula keuangan keluarga tidak mencukupi untuk membiayai sang anak kuliah di kedokteran. Sang anak pun bergumul, ia mencoba mendesak ayahnya, membujuknya dan mencoba meyakinkannya tetapi semua itu tidak berhasil, malahan sang ayah mengeluarkan ancaman bahwa jika sang anak bersikeras untuk terus menjadi dokter dan menuntut kuliah di kedokteran lebih baik ia pergi dari rumah tanpa dibiayai orang tua dan boleh kembali setelah dapat membuktikan dirinya sebagai dokter yang sukses. -Sungguh delima bukan? lagi-lagi diperhadapkan dengan pilihan dan pilihan! – Akhirnya sang anak memutuskan mengikuti kemauan sang ayah karena sang ayah, dia masuk akademi polisi. Lalu bagaimana pembaca menanggapi cerita tersebut? Apakah pilihan pembaca jika diperhadapkan dengan maalah tersebut? itu terserah pada diri pembaca masing-masing tentunya.

Begitu pula, banyak anggota diskusi yang berbeda pilihan ada yang memilih keinginan orang tuanya dan adapula yang memilih cita-citanya sendiri. Jika saya diperhadapkan dengan situasi seperti seperti itu, saya akan mencoba mencari beasiswa, dan jika saya tidak mendapatkan beasiswa maka untuk sementara waktu, saya akan mengikuti kemauan orang tua sembari menjaga cita-cita tetap membara. Satu hal yang penting untuk dipikirkan cita-cita itu sebaiknya jangan dibunuh, karena diri kita itu bukan dibatasi oleh kemampuan dan status melainkan pikiran dan harapan.
Jadi jagalah cita-citamu tetap membara dan yakinlah bahwa Tuhan yang menempatkan itu di dalam dirimu. Gracias

Belajar Bahasa Ibrani – Kamus Kecil Bahasa Ibrani

Dalam belajar bahasa manapun, kosakata merupakan elemen pokok yang paling penting. Melalui kosakata, kita dapat merangkai sebuah kalimat (tentunya juga harus paham tata bahasanya he he) dan memahami kalimat. Begitu pula dalam belajar Bahasa Ibrani Modern, semakin banyak paham kosakata semakin mudah kita belajarnya (harapannya begitu :D)

Oke ga usah post berkepanjangan, ane cuma mau membantu agan untuk memahami kosakata Bahasa Ibrani lebih baik. Berawal dari niatan tersebut, ane udah terjemahin kamus singkat bahasa inggris-ibrani (tulisan latin-hebrew) ke dalam bentuk latin-latin, sehingga mudah dibaca oleh agan-agan yang belum memahami huruf hebrew he he he. Tetapi karena keterbatasan daya yang ane miliki, kamus yang ane terjemahin ini masih jauh dari kata bagus apalagi sempurna. Kenapa? karena ane cuma menuliskan dari hebrew ke bentuk latinnya saja tanpa memasukan aksen Ibrani ke dalamnya. Contoh: Maalal (action) harusnya dibaca dengan aksen kira-kira seperti ini seperti ini Ma^alal‘. Jadi silahkan agan mendownload dan membaca kamus ini dengan penuh kerendahan hati, karena memang ini jauh dari kata sempurna tetapi juga baik untuk wawasan agan. lehitraot vetodah raba… 🙂
Silahkan download kamusnya di EnglishHebrew

Bagi yang penasaran sama sumbernya, ane ambil dari buku “Learn to Read Biblical Hebrew” halaman 79 s/d 97. Bukunya bisa agan download di http://www.ancient-hebrew.org/bookstore/e-books/lbh.pdf

Belajar UUD 1945 yuk…

Saya bukan seorang pakar hukum dan bukan juga seorang sarjana hukum. Makanya dalam hal ini saya tidak memberikan analisis saya kecuali pada bagian pembukaan (itupun hanya analisis dangkal). Tulisan ini hanya untuk mempermudah pembaca untuk membaca UUD 1945, oke lets go kita belajar UUD 1945 sekarang…

Pemahaman UUD 1945

UUD 1945 terdiri dari pembukaan , isi(pasal & ayat), dan penjelasan (khusus penjelasan saya sendiri).

Isi pembukaan:

“        Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.

Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”

 

Pembukaan ini dibagi kedalam empat aliena.

Alenia pertama berisikan pandangan terhadap kemerdekaan dan penjajahan. Dan dapat disarikan sebagai berikut:

  • Kemerdekaan adalah hak segala bangsa,
  • Penjajahan harus dihapuskan kerena tidak sesuai dengan perikemanusian dan perikeadilan.

Alenia kedua berisikan pernyataan dan deklarasi atas kemerdekaan Indonesia yang diperoleh melalui perjuangan beserta impian masa depan indonesia nantinya. Dan dapat disarikan sebagai berikut:

  • Perjuangan pergerakan kemerdekaan indonesia telah sampai pada masa yang menggemberikan, bahwasanya kemerdekaan itu sudah ada di depan mata bangsa Indonesia.
  • Impian bangsa Indonesia tentang kemerdekaan yang memberikan harapan untuk hidup sejahtera, makmur, berwibawa, dan merdeka.

Alenia ketiga berisikan deklarasi kemerdekaan RI. Dan dapat disarikan sebagai berikut:

  • Deklarasi kemerdekaan Indonesia terjadi karena berkat rahmat Tuhan YME dan keinginan luhur bangsa Indonesia.

Alenia keempat berisikan tujuan berdirinya dan landasan berdirinya negara Indonesia. dapat disarikan sebagai berikut:

  • Tujuan Negara Indonesia adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
  • Landasan Negara Indonesia adalah Pancasila.

 

 

Isi UUD 1945 berisi pasal-pasal dan ayat-ayat yang berisi landasan hukum tertinggi di sistem hukum Indonesia. Dalam perjalanannya menjadi suatu dasar yang utuh dan dapat diterima oleh kondisi zaman dan keinginan rakyat, UUD 1945 telah mengalami empat kali amandemen. Masing-masing amandemen bertarikh sebagai berikut:

  • (*) Perubahan pertama disahkan 19 Oktober 1999
  • (**) Perubahan kedua disahkan 18 Agustus 2000
  • (***) Perubahan ketiga disahkan 10 November 2001
  • (****) Perubahan keempat disahkan 10 Agustus 2002

Selain terdiri dari pasal dan ayat, UUD 1945 juga dipisahkan oleh bab-bab.

Untuk lebih mempermudah memahami ayat-ayat mana saja yang sudah diamandemen, maka harus diperinci sebagai berikut:

 

  • amandemen pertama :

pasal 5 (ay1), 7, 9, 13, 14, 15, 17 (ay 2,3), 20 (ay 1,2,3,4), 20A (ay3), 21

  • amandemen kedua  :

pasal 18, 18A, 18B, 19, 20 (ay5), 20A (ay 1,2,4), 22A, 22B, 25A, 26 (ay 2,3), 27 (ay3), 28A, 28B, 28C, 28D, 28E, 28F, 28G, 28H, 28I, 28J, 30, 36A, 36B, 36C,

  • amandemen ketiga :

pasal 1 (ay 2,3), 3 (ay1), 6 , 6A (ay 1,2,3,5), 7A, 7B, 7c, 8 (ay 1,2), 11 (ay 2,3), 22C, 22D, 22C, 23, 23A, 23C, 23E, 23F, 23G, 24 (ay 1,2), 24A, 24B, 24c,

  • amandemen keempat :

pasal 2 (ay1), 3 (ay 2,3), 6A (ay4), 8 (ay3), 11 (ay1), 16, 17 (ay4), 23, 23B, 24 (ay3), 31, 32, 33 (ay 4,5), 34, 37

 

Kemudian untuk lebih memahami isi UUD 1945, salah satunya adalah mengetahui pasal-pasal mana saja yang memuat bab-bab/urusan tertentu.

 

NO BAB dan SUBBAB UUD PASAL TERKAIT
1 BENTUK DAN KEDAULATAN 1
2 MPR 2, 3
1 Susunan, sidang, dan keputusan MPR 2
2 Fungsi dan tugas MPR 3
3 KEKUASAAN PEMERINTAHAN NEGARA 4, 5, 6, 6A, 7, 7A, 7B, 7C, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16
1 Presiden 4, 5
2 Syarat Capres/Cawapres 6
3 Pemilihan dan penetapan Capres/Cawapres sebagai Presiden dan Wapres 6A
4 Jabatan Presiden/Wapres 7
5 Syarat dan Tatacara pemberhentian Presiden/Wapres 7A, 7B
6 Keterbatasan Presiden 7C
7 Ihwal jabatan Presiden/Wapres kosong 8
8 Sumpah Presiden/Wapres 9
9 Kekuasaan, kewenangan, dan tugas Presiden 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16
4 DPA Bab ini dihapus
5 KEMENTERIAN NEGARA 17
6 PEMDA 18, 18A, 18B
1 Karakteristik PEMDA 18
2 Hubungan PEMDA dengan PEMPUS 18A
3 Pengakuan dan penghormatan Negara kepada PEMDA yang bersifat khusus dan masyarakat adat 18B
7 DPR 19, 20, 20A, 21, 22, 22A, 22B
  1 Anggota, susunan, dan sidang DPR 19
2 Kekuasaan membentuk UU 20
3 Fungsi dan hak DPR 20A, 21
4 Peraturan pemerintah pengganti UU 22
5 Ketentuan lebih lanjut tentang pembentukan UU 22A
6 Pemberhentian anggota DPR 22B
7A DPD (***) 22C, 22D
1 Pemilihan dan jumlah anggota DPD 22C
2 Hak, kewajiban, dan tugas DPD 22D
7B PEMILU (***) 22E
8 HAL KEUANGAN 23, 23A, 23B, 23C, 23D
1 APBN 23
2 Pajak dan pungutan 23A
3 Mata uang 23B
4 Hal-hal lain mengenai keuangan 23C
5 Bank sentral 23D
8A BPK 23E, 23F, 23G
1 Tugas BPK dan hasil pemeriksaan BPK 23E
2 Pemilihan Anggota dan pimpinan BPK 23F
3 Kedudukan geografisBPK dan ketentuan lebih lanjut 23G
9 KEKUASAAN KEHAKIMAN 24, 24A, 24B, 24C, 25
1 Kekuasaan kehakiman badan kekuasaan kehakiman 24
2 Mahkamah Agung 24A
3 Komisi Yudisial 24B
4 Mahkamah Konstitusi 24C
5 ketentuan lebih lanjut mengenai hakim 25
9A WILAYAH NEGARA (**) 25A
10 WARGA NEGARA DAN PENDUDUK (**) 26, 27, 28
1 WNI dan penduduk 26
2 Kewajiban dan hak warga negara 27
3 Kebebasan berpendapat 28
10A HAM

 

28A, 28B, 28C, 28D, 28E, 28F, 28G, 28H, 28I, 28J
1 Hak untuk hidup 28A
2 Hak membentuk keluarga dan hak anak 28B
3 Hak mengembangkan diri 28C
4 Hak memperoleh perlindungan hukum, kesempatan dan status kewarganegaraan 28D
5 Hak kebebasan beragama, berpendapat, dan menentukan hidup 28E
6 Hak berkomunikasi dan memperoleh informasi 28F
7 Hak mendapatkan perlindungan diri 28G
8 Hak untuk memperoleh Hidup sejahtera, kemudahan, jaminan sosial, dan mempunyai hak milik 28H
9 Perlindungan dan penjaminan HAM 28I
10 Penghormatan terhadap HAM 28J
11 AGAMA 29
12 PERTAHANAN DAN KEAMANAN NEGARA 30
13 PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN (****) 31, 32
1 PENDIDIKAN 31
2 KEBUDAYAAN 32
14 PEREKONOMIAN NASIONAL DAN KESEHJATERAAN SOSIAL (****) 33, 34
1 PEREKONOMIAN NASIONAL 33
2 KESEHJATERAAN SOSIAL 34
15 BENDERA, BAHASA, DAN LAMBANG NEGARA

SERTA LAGU KEBANGSAAN (**)

35, 36, 36A, 36B, 36C
1 Bendera 35
2 Bahasa 36
3 Lambang negara 36A
4 Lagu kebangsaan 36B
5 Ketentuan lebih lanjut diatur UU 36C
16 PERUBAHAN UNDANG-UNDANG DASAR 37

atau kalau cape baca versi webnya silahkan unduh versi => Wordnya

 

Belajar bahasa : Mengenal Alfabet dan Abjad Ibrani

Alfabet, siapa yang tak mengenal sistem huruf ini? di zaman modern ini, hampir setiap masyarakat pasti mengenal alfabet, mungkin hanya yang tak tersentuh pendidikan sama sekali yang tak tahu menahu soal alfabet. Tapi apakah anda tahu soal sejarah alfabet? Bagi beberapa orang, mungkin alfabet tidaklah terlalu penting dan saya juga dahulu berpikiran seperti ini. Kemudian saya berpikir, andaikan saja di dunia ini sistem alfabet tidak ditemukan? dan andaikan nenek moyang dari sistem alfabet ini tidak ditemukan? Mungkin masyarakat Indonesia masih menggunakan aksara pallawa atau aksara sanskrit atau aksara mandarin untuk mengomunikasikan pikiran di dalam tulisan. Bisa anda bayangkan bagaimana sulitnya ketiga sistem aksara tersebut, terutama yang terakhir disebut (mandarin). Okelah, jika ada yang beranggapan “jika seseorang sedari kecil sudah terbiasa dengan aksara tersebut, maka bagi dia sangatlah mudah untuk menuliskannya”, tapi pernahkah anda merenung sejenak bagaimana mudahnya alfabet digunakan dibanding ketiga aksara tersebut, dan menurut saya sejauh ini alfabet adalah sistem aksara termudah di dunia (silahkan beritahu saya jika ada yang lebih mudah dari sistem aksara ini).

Perlu saya perjelas, walaupun di atas saya menyinggung tentang alfabet dan sejarah alfabet, tulisan ini tidak akan membahasnya sampai mendetail. Tetapi sejarah alfabet perlu saya singgung karena ini berkaitan dengan abjad Ibrani.

Sejarah singkat ALFABET

Kira-kira 4000 s/d 5000 tahun yang lalu ada dua peradaban besar di dunia, yakni Mesir dan Sumeria. Dua peradaban ini mempunyai aksara untuk menuliskan bahasa mereka. Mesir mempunyai aksara  hieroglip sedangkan sumeria mempunyai aksara cuneiform atau yang lebih dikenal sebagai huruf paku. Berdasarkan fakta sejarah peradaban Sumeria terlebih dahulu ada dibandingkan Mesir Kuno. Mengenai apakah hieroglip mendapat pengaruh  dari Cuneiform Sumeria? saya tidak tahu (mungkin bagi teman-teman yang tahu boleh untuk menambahkannya). Tetapi yang pasti alfabet pasti mendapat pengaruh dari kedua peradaban tersebut. Nenek moyang alfabet lahir di daerah yang bernama Kanaan, sewaktu bangsa seperti Moab, Fenisia(Phonecia), Israel(Ibrani) dan Filistin masih mendiami kawasan tersebut. Para ahli memperkirakan abjad Fenisia ini lahir 3050 tahun yang lalu. Abjad ini juga mempengaruhi aksara bangsa lain seperti Israel, Yunani dan Romawi. Jika bangsa Fenisia ini bukanlah bangsa pelaut mungkin hanya daerah Kanaan saja yang menggunakan sistem aksara ini. Tetapi syukurlah Phonecia merupakan pedagang dan pelaut yang tangguh dan mampu mempengaruhi Yunani dan Romawi. Dari kekaisaran Romawi lah alfabet berkembang dan mulai mempengaruhi dunia. Seperti yang saya sebutkan di atas bahwa anak dari abjad Fenisia bukanlah alfabet saja masih ada abjad Israel yang kemungkinan besar juga mempengaruhi penulisan aksara orang Arab.

Seperti yang telah saya katakan, saya tidak akan membahas sejarah alfabet secara mendetail. Aksara yang akan saya bahas adalah abjad Ibrani karena saya tertarik oleh abang dari alfabet ini.

Aksara Ibrani

Ada satu hal yang menarik dari aksara Ibrani, yaitu aksara ini tidak mengenal bentuk huruf hidup alias konsonan semua. Lalu bagaimana orang membacanya? perlu diketahui peradaban Ibrani kuno adalah peradaban yang sangat menjunjung tinggi tradisi lisan sehingga cara orang Ibrani membaca sangat dipengaruhi oleh tradisi ini.
Misalkan: – abraham hanya ditulis abrhm,
–  daud hanya ditulis dwd, dsb

Kemudian beberapa saat setelah bangsa Ibrani mengalami penindasan yang bertubi-tubi dari bangsa lain dari Babylon sampai berkuasanya kerajaan Hellenis (Yunani), para Masoreh(ahli bahasa dan ahli Kitab Ibrani) menganggap penting untuk menambahkan vokal dalam bahasa Ibrani berupa titik-titik yang berada di sekitar huruf. Penambahan ini dimaksudkan untuk melestarikan bahasa Ibrani sekaligus mempermudah pembaca yang tidak berasal dari kalangan Ibrani.
Berbicara tentang abjad Ibrani, perlu diketahui ada dua tahap perkembangan abjad Ibrani ini. Setelah mendapat pengaruhnya dari bangsa Phonecia terbentuklah abjad Paleo-Hebrew (Ibrani Kuno). Susunannya jika diperhatikan sangat mirip dengan abjad Phonecia. Namun, setelah bangsa Israel pulang dari pembuangan Babylonia, bangsa ini mengadopsi aksara yang berbentuk persegi sampai saat ini. Aksara ini dikenal sebagai “Modern Hebrew” dan digunakan oleh Negara Israel sebagai abjad nasional mereka.

Karena di atas saya sudah terlalu banyak bercerita, maka di akhir tulisan ini biarlah gambar yang bercerita:

Aksara Phonecia

File:Phoenician alphabet.svg

Sumber : wikipedia.com

   Aksara Paleo-Hebrew (Ibrani kuno)

Aksara Modern Hebrew (Ibrani modern)

Bagaimana sudah bisa memperbandingakannya, bukan? akhir kata semoga ini bermanfaat untuk menambah wawasan pembaca.

lehitra’ot v’todah rabah

Sumber :

http://en.wikipedia.org/wiki/Ancient_Egypt

http://en.wikipedia.org/wiki/Sumer

http://id.wikipedia.org/wiki/Hieroglif_Mesir

http://id.wikipedia.org/wiki/Abjad_Fenisia

http://id.wikipedia.org/wiki/Alfabet_Latin

http://en.wikipedia.org/wiki/Paleo-Hebrew_alphabet

http://webcopas.wordpress.com/2011/01/17/alfabet-ibrani

%d blogger menyukai ini: